'

Pendakian Gunung Prau via Dieng

By Hirzan Ramadhan - Oktober 26, 2020

Gue gak nyangka perjalanan kali ini akan terjadi, Kenapa? Karena di minggu sebelumnya rencana kami untuk camcer di Gunung Kuta gagal. Ditambah gue pun ngajaknya juga dadakan, hari senin gue ajak Mamat, Rian dan Noko untuk ke Prau. Kemudian hari selasa kami hunting tiket bis dan hari rabu bikin surat keterangan sehat untuk keperluan simaksi. Hari kamis kami berangkat menuju Wonosobo.

Yap, sepulang kerja jam 17.00 kami menuju kontrakan Noko untuk mengambil carrier kami lalu menuju Pool Bis Rosalia Indah. Tepat 19.30 bis yang akan membawa kami tiba, padahal baru saja Noko beli kopi seduh jadi deh sibuk naikin carrier ke bagasi dan juga mindahin kopi ke termos. Berawal dari keruwetan di pool jadi ada drama Handphone Noko yang lagi discharge ketinggalan di Pool Bis, untung saja Bisnya belum  berjalan jauh dan masuk tol jadilah Noko ke Pool Bis menggunakan jasa ojek. Beruntung handphone masih ada di lokasi. Sambil diiringi lagu yang dinyanyikan Happy Asmara dan Ndarboy Genk  bis kembali melaju dan sampai di Rest Area Subang jam 20.30. 

Rosin Rest Area Subang

Selesai makan malam di Rest Area bis melanjutkan perjalanan jam 21.00. Bis kami sampai di Terminal Mendolo, Wonosobo jam 3.00.


Tiba di Terminal Mendolo

Sambil menunggu angkutan menuju Dieng kami ngopi dan ngeteh di Terminal Mendolo. Jam 6.05 angkutan menuju Dieng siap untuk membawa kami dan pendaki lain, perjalanan menuju Dieng membutuhkan waktu sejam. 

Angkutan menuju Dieng

Banyak pendaki turun di basecamp Patak Banteng, mungkin karena Patak Banteng merupakan jalur favorit/popular bagi para pendaki. Kami memutuskan untuk mendaki Prau via Dieng, dan sampai lokasi jam 7. Oh ya driver yang mengantar kami sampai ke Dieng namanya Pak Omplong, nanti diakhir tulisan bakal gue sisipkan kontak Pak Omplong.

Sebelum menuju Basecamp Dieng kami berfoto di daerah Dieng dan belanja logistik di warung sekitar Dieng, setelah itu kami baru menuju Basecamp Dieng. 

Landmark Dieng

Sesampaianya di Basecamp Dieng kami sarapan, mandi dan juga Re-packing.


Basecamp Prau via Dieng

 Pendaki yang mendaki dari Basecamp Dieng tidak sebanyak yang dari Patak Banteng. Gue juga dipertemukan temen futsal dari Johar Baru. Selesai mengurus simaksi kami memulai pendakian jam 10.25, di awal pendakian jalur masih didominasi perkebunan 10 menit kemudian kami sampai di batas perkebunan dengan hutan. 

Trekking awal pendakian

Mulai memasuki hutan

Kami sampai di Pos 1 jam 10.45, selesai beristirahat selama 5 menit kami melanjutkan perjalanan dan sampai di Pos 2 jam 11.24, Pos 2 merupakan titik temu pendakian via Dieng dengan via Dwarawati. 

Sampai di Pos 1
Sampai di Pos 2
Menuju jalur Dwarawati

5 menit kemudian kami melanjutkan perjalanan, jam 11.44 kami sampai di Akar Cinta dan sampai di Pos 3 jam 12.18. Di Pos 3 kami beristirahat cukup lama, kami makan siang menggunakan nasi bungkus yang sudah kami beli di Basecamp Dieng. 

Akar Cinta Prau

Selesai istirahat, makan, merokok, dan tidur kami melanjutkan pendakian dan sampai di Puncak Prau jam 13.26. Puncak Prau via Dieng merupakan yang paling tinggi yaitu 2590 mdpl. Sedangkan ketinggian puncak Prau via Patak Banteng adalah 2565 mdpl.

Puncak Gunung Prau via Dieng

Kami memutuskan untuk melanjutkan pendakian dan menuju sunrise camp, kami sampai di sunrise camp jam 15.10. kami langsung membangun tenda dan pasang hammock dikarenakan cuaca mulai mendung, pun kami sudah mulai lapar.




Kapan lagi di Gunung dimasakin sama dr.Tirta

Nasi+Mie adalah Pondasi

Sesudah makan kami beristirahat di tenda masing-masing. Keesokan paginya cuaca tidak bersahabat tembok kabut dari kemarin sore masih saja menutupi Gunung Sindoro dan Gunung lain yang ada di belakangnya. Bahkan ditunggu sampai jam 9.30 pun Sindoro dan gunung lainnya masih malu untuk menampakkan dirinya. 






Pagi di Sunrise Camp

Setelah selesai packing kami mulai turun dari sunrise camp jam 9.54, kali ini kami akan lintas jalur dan turun menuju Basecamp Patak Banteng. 




Puncak Prau via Patak Banteng

Kami sampai di Pos 1 jam 10.50 dan sampai di Basecamp Patak Banteng jam 11.00. Di Basecamp Patak Banteng kami istirahat makan siang dan bersih-bersih terlebih dahulu. Oh iya sebenarnya selama pandemi pendaki dilarang untuk lintas jalur, jadi sewaktu kami lapor diri di Basecamp Patak Banteng kami tidak terima jadi gue dan rian memutuskan untuk meminjam motor warga sekitar untuk lapor diri di Basecamp Dieng.

Jam 14.30 kami mulai berangkat menuju Terminal Mendolo, driver kali ini adalah Mas Citrek. Mas Citrek ini adalah adik dari Pak Omplong selain menjadi supir angkutan umum, dia merupakan pendaki juga. Mas Citrek juga bisa menjadi porter untuk pendakian di semua gunung di Wonosobo. Jam 15.30 kami sampai di Terminal Mendolo dan langsung check in ke Pool bis Rosalia Indah. Jam 16.00 bis kami berangkat, kami banyak tidur selama perjalanan karena kelelahan, dan kami sampai di Cikarang jam 3.00. 

Budget:

- Tiket Bis Rosalia Indah PP Rp. 310.000,-
- Surat Kesehatan Rp. 25.000,-
- Angkutan Terminal Mendolo - Dieng PP Rp. 40.000,-
- Biaya Simaksi Prau via dieng Rp. 25.000,-

<Data Oktober 2020>

Kontak Pak Omplong : 0852-9327-4423

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar