Di akhir 2019 gue berharap kalau di 2020 harus lebih asik dari tahun sebelumnya, eh ternyata dengan adanya pandemi yang membuat rencana perjalanan gue mesti diundur yang tidak tau sampai kapan. Rencana ke Lampung awal bulan April dan mendaki gunung lawu akhir bulan juni harus dibatalkan. Setengah tahun pertama di 2020 banyak menghabiskan waktu di rumah, keluar rumah paling untuk kerja. Saking betahnya di rumah, temen ngajak ke Curug aja gue mager banget padahal mah gatel juga mau jalan-jalan.
Setelah pemerintah memberlakukan ‘New Normal’ barulah gue
mulai berani keluar main, ya walaupun sebenarnya gue parno juga sih sama si
Covid-19. Okay, di tulisan kali ini gue mau coba bahas perjalanan gue bareng
keluarga ke Geopark Ciletuh di Sukabumi, Jawa Barat.
Sebenarnya kami sudah ada rencana akan ke Ciletuh saat long
weekend pertengahan Agustus (15 – 17 Agustus), tapi ya sampai long weekend tiba
pun gak ada kata berangkat juga haha. Malah dikabarin kalau mau ada bakar ikan
dan bebek, yauwis lah ya gaskeun aja. Akhirnya kami bakar-bakar di rumah Dinda
(sepupu). Selesai bakar-bakar dan makan bersama sekitar jam 11 malam, ada
celetukan “Besok ke Gunung Pancar yuk” “Besok ke Hejo yuk” “Besok ke Ciletuh
yuk”.
Setelah diputuskan kami akan berangkat ke Ciletuh jam 1 dini
hari, super duper dadakan dong. Selanjutkan kami pulang ke rumah masing-masing
untuk bersiap-siap. Kami baru mulai berangkat jam setengah 3 dini hari.
Iring-iringan 2 mobil menembus sepinya jalan tol jagorawi, tanjakan, turunan,
berliku dan berkabutnya jalan cikidang dan hutan sawit.
Pemandangan saat perjalanan menuju Ciletuh ini bagus loh.
Untuk spot yang ada di Geopark Ciletuh yaitu ada Pantai Palangpang, Curug
Cimarinjung, Curug Sodong, Curug Cikanteh, Curug Cikanteh, Puncak Darma, Bukit
Panenjoan dan lainnya. Jam 8 Pagi kami sampai di Pantai Palangpang, di sini gak
ada tiket masuk, jadi cukup bayar parkir aja. Di pantai palangpang, akan ada
yang menawarkan jasa kapal utuk ke pulau kecil yang katanya sih berpasir putih.
Kami tidak berlama-lama di Pantai Palangpang karna teriknya
matahari. Kami melanjutkan perjalanan ke Curug Cimarinjung, untuk tiket
masuknya membayar dengan sukarela. Yang menarik dari curug ini adalah formasi
bebatuan dan air terjun yang mengalir di bentangan dinding tebing batu yang
megah.
Puas bermain air dan istirahat sebentar di curug cimarinjung
kami ke destinasi selanjutnya, yaitu puncak dharma. Dari puncak dharma bisa
menikmati pemandangan hamparan sawah dan pantai palangpang yang langsung
menghadap ke Samudra Hindia. Puas berfoto kami melanjutkan perjalanan pulang,
dan sampai jam 9 malam.
Alhamdulillah, nyatanya 2020 ga seburuk yang dibayangkan. Jadi, selanjutnya kemana lagi? Mendaki gunung lawu atau ke prau? 😆














