“Mencintai timnas Indonesia adalah patah hati yang
disengaja.”
Jauh hari sebelum pertemuan Malaysia vs Indonesia di Stadion
bukit jalil pada gelaran kualifikasi fifa world cup 2022 teman gue mengajak
untuk awayday ke Malaysia. Setelah melihat kapan pertandingan itu akan dihelat
dan ternyata pas dengan hari libur kerja, tanpa pikir panjang gue meng-iyakan
ajakan temen. Langsung gue persiapkan
untuk bikin paspor, setelah paspor jadi gue langsung daftar dan bayar ke La
Grande Indonesia. Ya, gue bakal berangkat bareng rombongan La Grande Indonesia.
Sayangnya temen yang mengajak gue malah berhalangan ikut karna ada urusan
pekerjaan yang tidak bisa ditinggal.
![]() |
| Image 1.0 Siap menuju Malaysia |
![]() |
| Image 1.1 La Grande Indonesia Awayday Malaysia |
Tanggal 18 November 25, 2019 jam 20.25 adalah jadwal keberangkatan yang
tertera pada tiket pesawat yang akan membawa kami ke Malaysia. Kami sudah
janjian untuk bertemu di terminal 2F gate 5 di Soekarno-Hatta International
Airport. Sebagian dari kami ada yang langsung ke SHIA, ada yang bertemu di
stasiun manggarai, ada juga yang berangkat dari bandung langsung menuju SHIA. Salah
satu teman kami, Elang, yang sedang sembahyang harus dapat musibah karna
sepatunya hilang di Musholla stasiun manggarai. Untungnya ada Mas Ipam yang
berbaik hati membawakan sepatu untuk dipinjamkan ke Elang.
Setelah rombongan kami sudah lengkap, kami melakukan check
in dan boarding. Jam 11 malam waktu Malaysia kami tiba di Kuala Lumpur
Internationa Airport. Begitu pesawat landing kami mulai chant di dalam pesawat.
![]() |
| Image 1.2 Tiba di KLIA |
Kami kemudian bergegas keluar airport, sekalian kami juga mencari provider
lokal untuk internet, sewaktu di sana gue pakai U-Mobile seharga 40 RM, untuk
menghemat satu karto dipakai untuk 2 orang. Selanjutnya kami melanjutkan
perjalanan menuju penginapan kami di Pudu, Kuala Lumpur. Kami menaiki taxi dan
mobil travel menuju Pudu, satu orang membayar 15RM.
Sampai di penginapan, sudah ada teman-teman supporter yang
sudah sampai terlebih dahulu, kami memang sudah sepakat untuk menginap di
tempat yang sama. Setelah pembagian kunci, kami ke kamar masing-masing. Beredar
kabar ada supporter Indonesia yang kena sweeping supporter Malaysia saat makan
di Bukit Bintang.
![]() |
| Image 1.3 Pemandangan dari atas penginapan |
![]() |
| Image 1.4 Invasi Malaysia |
![]() |
| Image 1.5 Persiapan menuju SNBJ |
Jam 4 sore kami sudah berada di stadion bukit jalil, padahal
kick off baru dimulai jam 20.25. Semua fans away berada di tribun gate E. Di
dalam stadion kami berdekatan dengan pendukung Malaysia yaitu Casual Malaysia.
Pertandingan
belum mulai tetapi para supporter kedua tim sudah mulai panas. Aksi saling ejek
dan melempar pun terjadi, puncaknya terjadi saat Malaysia berhasil memasukkan bola
ke dalam gawang Indonesia, pendukung Malaysia melempar red flare dan smoke bom.
Tapi pendukung Indonesia, melemparkan lagi red flare dan smoke bom itu kembali
ke supporter Malaysia. Terhitung 2 kali supporter Malaysia melempar red flare ke
arah kami, tapi selalu kami lempar kembali ke mereka.
| Image 1.6 Semangat Merah Putih |
![]() |
| Image 1.7 CHANTTTTTS! |
| Image 1.8 Memasuki SNBJ |
![]() |
| Image 1.9 LGI Tour Malaysia |
Skor akhir 2-0 untuk Malaysia, lagi dan lagi Indonesia harus
kalah dari Malaysia. Banyak supporter yang diamankan polisi Malaysia untuk
diperiksa, seusai pertandingan kami masih tertahan di dalam stadion karna
pendukung Malaysia menunggu kami di luar stadion. Jam 1 dinihari area sekitar
stadion sudah mulai steril dari pendukung Malaysia, kami bisa kembali ke penginapan.
Gue dan teman satu kamar berencana ke Menara kembar petronas dinihari nanti. Gue
sempat ketiduran setelah sampai di penginapan. Sekitar setengah 3 dinihari gue
dibangunin Asep <Teman sekamar>, dapat kabar kalau di luar penginapan
chaos. Ada sekelompok yang kami yakini itu Casual Malaysia menyerang penginapan
kami. Kami menagkap satu orang yang dicurigai sebagai mata-mata di penyebrangan
jalan dekat penginapan, yang mengaku sebagai orang sabah dah keturunan Indonesia,
tapi kami tidak percaya. Sayangnya pemilik penginapan seperti membela dan melindungi
warga Malaysia itu. Beberapa dari kami ada yang dirampas barang bawaannya, dan
luka bocor di kepala akibat penyerangan itu. Kami melanjutkan istirahat setelah
situasinya mulai aman karna polisi sudah datang.
Keesokan harinya (20 Nov 2019) kami kesiangan lagi, dan harus
check out jam 12 siang. Sebelum check out gue dan teman sekamar, memanfaatkan
waktu yang ada untuk menuju Menara kembar petronas.
Setelah check out kami
melanjutkan perjalanan menuju pasar seni menggunakan LRT Rapid KL untuk belanja
oleh-oleh.
| Image 2.0 Menara Kembar Petronas |
![]() |
| Image 2.1 Fadhil, Asep, Hirzan, Arif |
![]() |
| Image 2.2 THB versi Rapid KL |
![]() |
| Image 2.3 Stasiun LRT Masjid Namek |
Selesai belanja oleh-oleh, karna waktu yang mepet kami
bergegas menuju KLIA untuk kembali ke Tanah Air. Kami meenggunakan shuttle bisa
dari NU Sentral menuju KLIA dengan biaya 15RM. Sayangnya kami terbagi menjadi
dua kelompok karna bis yang pertama sudah penuh. Rombongan yang menaiki bisa
kedua hamper saja ketinggalan pesawat, sampai harus lari di bandara.
Banyak cerita dari perjalanan ini.
![]() |
| Image 2.4 Kembali ke Tanah Air |
Perjalanan ini adalah serba pertama kali. Pertama kali
keluar pulau jawa, pertama kali naik pesawat, pertama kali ke luar negeri, dan pertama
kali AWAYDAY!
Meskipun kami selalu dikecewakan karna timnas bermain buruk,
percayalah kami akan selalu mendukung GARUDA.
Terima kasih La Grande Indonesia dan rombongan.
Bagi gue, kalian adalah keluarga.
Terima kasih La Grande Indonesia dan rombongan.
Bagi gue, kalian adalah keluarga.
Budget:
- Tiket pesawat PP, Penginapan, Tiket Match, Kaos 2.200.000 IDR
- Transport KLIA ke Pudu 15 RM
- Paket internet U-Mobile 40 RM <per orang 20 RM>
- Bis Pudu-Stadion SNBJ PP 15 RM
- Makan Nasi Goreng Pattaya+Milo Special 11 RM
- Grab Pudu ke Menara Petronas 14 RM
- Grab Menara Petronas ke Pudu 8 RM
- Shuttle Nu Sentral ke KLIA 15 RM
- Bis Agramas SHIA ke Pondok Gede 40.000 IDR
- Makan Nasi Goreng Pattaya+Milo Special 11 RM
- Grab Pudu ke Menara Petronas 14 RM
- Grab Menara Petronas ke Pudu 8 RM
- Shuttle Nu Sentral ke KLIA 15 RM
- Bis Agramas SHIA ke Pondok Gede 40.000 IDR


























































