'

Camping Ceria di Gunung Kencana

By Hirzan Ramadhan - Mei 12, 2020


Sebagai mukadimah gue, rian dan thezar sebenarnya sudah pernah membuat rencana jalan bareng ke pulau seribu atau hanya sekedar ngecamp tapi cuma berakhir sampai wacana saja. Paling mentok ya kondangan sekalian jalan-jalan hahaha


Seperti waktu kondangan ke Ikbal di Subang, pulangnya kami lanjut ke Tangkuban Perahu.


Terus pernah juga kondangan ke Irfan di Cirebon, pulangnya mampir ke Keraton Kasepuhan Cirebon dan makan di Empal Gentong H. Apud.




 Bulan Oktober 2019 memanfaatkan libur dari Shift 1 ke 2 dan kebetulan Thezar tidak pulang ke Kendal, kami memutuskan untuk ngecamp, waktu itu gue kasih 2 opsi yaitu Loji Suaka Elang atau Gunung Kencana. Akhirnya kami memutuskan untuk ke Gunung Kencana saja. Disisa waktu kami persiapkan alat-alat untuk ngecamp, dan ternyata Rian sudah dapat pinjaman alat camping kumplit.

8 Oktober 2019
Kami mulai berangkat dari rumah gue sehabis dzuhur, sengaja berangkat siang karena pendakian Gunung Kencana tidak memakan banyak waktu. Puncak Gunung Kencana berada di ketinggian 1800 mdpl. Dari bekasi kami langsung menuju ke pintu masuk telaga warna, ini merupakan akses jalan menuju jalur pendakian.

Nah dari pintu masuk telaga warna sampai ke kampung LC (kampung terakhir sebelum jalur pendakian) konturnya merupakan jalan makadam, dan jaraknya jauh banget apalagi kami naik matic. Sepertinya lebih rekomen memulai pendakian dari telaga warna aja deh 😊



Sekitar jam setengah 4 hujan deras dan kami terpaksa neduh di gubuk yang berada di sekeliling kebun teh. Kami meneduh bersama sekelompok pemburu menggunakan anjing yang berasal dari Cianjur. Beruntung kami bisa neduh bersama mereka karena keadaan saat itu dingin sekali dan mereka bisa membuat api untuk menghangatkan diri, rasanya pengen bangun tenda di situ aja haha

Sekitar jam 8 malam kami baru bisa mulai melanjutkan perjalanan menuju kampung LC meskipun cuaca masih gerimis. Kontur jalan makadam sehabis hujan semakin menyulitkan perjalanan karena jalan menjadi licin, ditambah lagi tidak ada penerangan jalan.
Sekitar jam 9 malam kami sampai di kampung LC, untuk kendaraan pribadi bisa dititipkan di  kampung LC. Kami tidak langsung melanjutkan pendakian, kami santai dulu di warung untuk menyantap nasi goreng dan sambil mengeringkan pakaian yang basah akibat kehujanan diperjalanan tadi. Sekitar jam setengah 11 malam kami memulai pendakian.

Dari kampung LC menuju pos pendaftaran butuh waktu 15-20 menit, dan untuk pendakian membutuhkan waktu 30-45 menit. di awal pendakian akan melalui tanjakan sambalado, yaitu susunan anak tangga dari batang pohon, jarak anak tangganya lumayan jauh jadi harus berhati-hati saat melangkah, terkadang juga tidak ada pegangannya ditambah licinnya trek sehabis hujan dan trekking malam hari. Selepas tanjakan sambalado kontur berubah menjadi tanah, dari awal pendakian vegetasinya cukup rapat jadi kalo mau mendaki di Siang Hari sepertinya tidak terlalu panas.



Jam setengah 12 kami sampai di Puncak Gunung Kencana, untuk camp area memang hanya bisa di area puncak. Kemungkinan bisa muat 10-15 tenda. Selesai membangun tenda kami lanjut masak untuk makan, selesai makan kami istirahat tidur supaya bisa bangun pagi untuk menikmati sunrise.



Untuk gambaran trek selama pendakian karna kami melakukan trekking malam jadi tidak memungkinkan untuk mengambil gambar, gue bakal kasih sedikit gambaran jalur waktu turun dari Puncak.









  • Share:

You Might Also Like

0 komentar