'

Awayday Malaysia: Sepakbola Melumpuhkan Logika

By Hirzan Ramadhan - November 25, 2019


“Mencintai timnas Indonesia adalah patah hati yang disengaja.”


Jauh hari sebelum pertemuan Malaysia vs Indonesia di Stadion bukit jalil pada gelaran kualifikasi fifa world cup 2022 teman gue mengajak untuk awayday ke Malaysia. Setelah melihat kapan pertandingan itu akan dihelat dan ternyata pas dengan hari libur kerja, tanpa pikir panjang gue meng-iyakan ajakan temen.  Langsung gue persiapkan untuk bikin paspor, setelah paspor jadi gue langsung daftar dan bayar ke La Grande Indonesia. Ya, gue bakal berangkat bareng rombongan La Grande Indonesia. Sayangnya temen yang mengajak gue malah berhalangan ikut karna ada urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggal.
Image 1.0 Siap menuju Malaysia
Image 1.1 La Grande Indonesia Awayday Malaysia
Tanggal 18 November 25, 2019  jam 20.25 adalah jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket pesawat yang akan membawa kami ke Malaysia. Kami sudah janjian untuk bertemu di terminal 2F gate 5 di Soekarno-Hatta International Airport. Sebagian dari kami ada yang langsung ke SHIA, ada yang bertemu di stasiun manggarai, ada juga yang berangkat dari bandung langsung menuju SHIA. Salah satu teman kami, Elang, yang sedang sembahyang harus dapat musibah karna sepatunya hilang di Musholla stasiun manggarai. Untungnya ada Mas Ipam yang berbaik hati membawakan sepatu untuk dipinjamkan ke Elang.
Setelah rombongan kami sudah lengkap, kami melakukan check in dan boarding. Jam 11 malam waktu Malaysia kami tiba di Kuala Lumpur Internationa Airport. Begitu pesawat landing kami mulai chant di dalam pesawat. 
Image 1.2 Tiba di KLIA
Kami kemudian bergegas keluar airport, sekalian kami juga mencari provider lokal untuk internet, sewaktu di sana gue pakai U-Mobile seharga 40 RM, untuk menghemat satu karto dipakai untuk 2 orang. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan kami di Pudu, Kuala Lumpur. Kami menaiki taxi dan mobil travel menuju Pudu, satu orang membayar 15RM.
Sampai di penginapan, sudah ada teman-teman supporter yang sudah sampai terlebih dahulu, kami memang sudah sepakat untuk menginap di tempat yang sama. Setelah pembagian kunci, kami ke kamar masing-masing. Beredar kabar ada supporter Indonesia yang kena sweeping supporter Malaysia saat makan di Bukit Bintang.
Image 1.3 Pemandangan dari atas penginapan
Keesokan hari (19 Nov 2019) sebelum berangkat menuju stadion bukit jalil, seharusnya kami ke batu caves. Tapi karna kami kesiangan karna kelelahan, jadinya kami hanya makan di dekat penginapan lalu bersiap menuju ke bukit jalil. Ada 4 bis yang akan membawa kami supporter away yang berangkat dari penginapan yang sudah kami pesan tadi malam, satu orang membayar 15RM untuk pergi dan pulang.
Image 1.4 Invasi Malaysia

Image 1.5 Persiapan menuju SNBJ
Jam 4 sore kami sudah berada di stadion bukit jalil, padahal kick off baru dimulai jam 20.25. Semua fans away berada di tribun gate E. Di dalam stadion kami berdekatan dengan pendukung Malaysia yaitu Casual Malaysia. 


Image 1.6 Semangat Merah Putih
Pertandingan belum mulai tetapi para supporter kedua tim sudah mulai panas. Aksi saling ejek dan melempar pun terjadi, puncaknya terjadi saat Malaysia berhasil memasukkan bola ke dalam gawang Indonesia, pendukung Malaysia melempar red flare dan smoke bom. Tapi pendukung Indonesia, melemparkan lagi red flare dan smoke bom itu kembali ke supporter Malaysia. Terhitung 2 kali supporter Malaysia melempar red flare ke arah kami, tapi selalu kami lempar kembali ke mereka.

Image 1.7 CHANTTTTTS!
Image 1.8 Memasuki SNBJ

Image 1.9 LGI Tour Malaysia
Skor akhir 2-0 untuk Malaysia, lagi dan lagi Indonesia harus kalah dari Malaysia. Banyak supporter yang diamankan polisi Malaysia untuk diperiksa, seusai pertandingan kami masih tertahan di dalam stadion karna pendukung Malaysia menunggu kami di luar stadion. Jam 1 dinihari area sekitar stadion sudah mulai steril dari pendukung Malaysia, kami bisa kembali ke penginapan. Gue dan teman satu kamar berencana ke Menara kembar petronas dinihari nanti. Gue sempat ketiduran setelah sampai di penginapan. Sekitar setengah 3 dinihari gue dibangunin Asep <Teman sekamar>, dapat kabar kalau di luar penginapan chaos. Ada sekelompok yang kami yakini itu Casual Malaysia menyerang penginapan kami. Kami menagkap satu orang yang dicurigai sebagai mata-mata di penyebrangan jalan dekat penginapan, yang mengaku sebagai orang sabah dah keturunan Indonesia, tapi kami tidak percaya. Sayangnya pemilik penginapan seperti membela dan melindungi warga Malaysia itu. Beberapa dari kami ada yang dirampas barang bawaannya, dan luka bocor di kepala akibat penyerangan itu. Kami melanjutkan istirahat setelah situasinya mulai aman karna polisi sudah datang.

Keesokan harinya (20 Nov 2019) kami kesiangan lagi, dan harus check out jam 12 siang. Sebelum check out gue dan teman sekamar, memanfaatkan waktu yang ada untuk menuju Menara kembar petronas.
Image 2.0 Menara Kembar Petronas

Image 2.1 Fadhil, Asep, Hirzan, Arif
Setelah check out kami melanjutkan perjalanan menuju pasar seni menggunakan LRT Rapid KL untuk belanja oleh-oleh.
Image 2.2 THB versi Rapid KL


Image 2.3 Stasiun LRT Masjid Namek

Selesai belanja oleh-oleh, karna waktu yang mepet kami bergegas menuju KLIA untuk kembali ke Tanah Air. Kami meenggunakan shuttle bisa dari NU Sentral menuju KLIA dengan biaya 15RM. Sayangnya kami terbagi menjadi dua kelompok karna bis yang pertama sudah penuh. Rombongan yang menaiki bisa kedua hamper saja ketinggalan pesawat, sampai harus lari di bandara.
Image 2.4 Kembali ke Tanah Air
Banyak cerita dari perjalanan ini.
Perjalanan ini adalah serba pertama kali. Pertama kali keluar pulau jawa, pertama kali naik pesawat, pertama kali ke luar negeri, dan pertama kali AWAYDAY!
Meskipun kami selalu dikecewakan karna timnas bermain buruk, percayalah kami akan selalu mendukung GARUDA.

Terima kasih La Grande Indonesia dan rombongan.
Bagi gue, kalian adalah keluarga.

Budget:

- Tiket pesawat PP, Penginapan, Tiket Match, Kaos 2.200.000 IDR
- Transport KLIA ke Pudu 15 RM
- Paket internet U-Mobile 40 RM <per orang 20 RM>
- Bis Pudu-Stadion SNBJ PP 15 RM
- Makan Nasi Goreng Pattaya+Milo Special 11 RM
- Grab Pudu ke Menara Petronas 14 RM
- Grab Menara Petronas ke Pudu 8 RM
- Shuttle Nu Sentral ke KLIA 15 RM
- Bis Agramas SHIA ke Pondok Gede 40.000 IDR



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar