| Image 1.0 Dermaga Pulau Sangiang |
Setelah keinginan gue untuk naik gunung sudah terpenuhi, msh
ada beberapa yang masih harus diselesaikan. Salah satunya adalah nge-camp di
pulau. Pulau seribu adalah destinasi yang paling dekat dengan Jakarta. Setelah
mendapatkan info dari temen gue bahwa
ada Open Trip dari Backpacker Jakarta Nge-camp di Pulau Seribu, tepatnya Pulau
Sebaru. Dan akhirnya kami memutuskan untuk ikut Open Trip tersebut. Beberapa
minggu setelah kami membayar SC Open Trip, kami dikabarkan bahwa trip batal,
sehingga kami memutuskan untuk cari Open Trip lain dengan tanggal keberangkatan
yang sama. Kebetulan ada trip dengan tanggal keberangkatan yg sama, yaitu One
Day Trip ke Pulau Sangiang. Jadi, SC kami dialihkan ke trip ini, tak apalah
tidak jadi nge-camp yang penting masih bisa ke pulau.
Penasaran
dengan Pulau Sangiang gue coba cari tau di internet melalu gawai. Pulau
Sangiang masuk wilayah banten, letaknya berada di Selat Sunda. Untuk sampai ke
Pulau Sangiang butuh waktu -/+ 1 jam dari
Pelabuhan Paku, Anyer. Ternyata Pulau Sangiang juga terkena tsunami
anyer tahun lalu. Oke segini aja intermezzo-nya.
Singkat
cerita ,15 September (Minggu) jam 1 dinihari kami berangkat menuju pelabuhan
paku dari basecamp Backpacker Jakarta. Tepat waktu subuh, kami sampai di Masjid
dekat pelabuhan anyer untuk menunaikan sholat subuh sambil menunggu pelabuhan
anyer buka. Setelah beli sarapan disekitaran Masjid kami menuju Pelabuhan Paku
dan sampai di Pelabuhan jam 6 pagi. Kami menunggu hingga kapal datang sambil
sarapan dan juga berganti pakaian karna sebelum ke Pulau Sangiang kami akan ke
spot snorkeling terlebih dahulu.
Jam 7
pagi kami mulai berangkat menuju spot snorkeling menggunakan 2 kapal, jam 8
kami sampai di spot snorkeling. Setelah puas snorkeling kami melanjutkan
perjalanan ke Pulau Sangiang. Sekitar jam 10 kami sampai di Pulau Sangiang
dilanjutkan bersih-bersih/bilas setelah snorkeling dan juga makan siang.
![]() |
| Image 1.1 Pulau Sangiang |
| Image 1.2 Pulau Sangiang |
Saat
makan siang, gue sedikit ngobrol dengan pemilik warung, Pulau Sangiang dihuni +-
45 kepala keluarga. Pemilik warung juga bercerita saat tsunami anyer tahun lalu,
Suami, anak, dan cucuya ikut menjadi korban karena sewaktu kejadian mereka
sedang berada di pantai sepanjang.
| Image 1.3 Kelaperan Nungguin Mie Mateng |
Ada beberapa
spot yang bisa dikunjungi di Pulau Sangiang seperti Goa kelelawar, Bukit Begal,
Bukit Harapan, dan Pantai Sepanjang. Selesai bilas dan juga makan siang, kami akan
mulai explore Pulau Sangiang. Spot pertama adalah Goa Kelelawar, waktu tempuh trekking
dari pemukiman warga sampai Goa Kelelawar +- 30 menit. Dinamakan goa kelelawar
mungin karna banyak kelelawarnya, ketika di goa kelelawar kalian akan mencium
bau tak sedap dari dalam goa, jika beruntung kalian akan melihat hiu di goa kelelawar
ini.
![]() |
| Image 1.4 Goa Kelelawar |
| Image 1.5 Kasian nih kang foto |
Tak berlama-lama di goa kelelawar kami melanjutkan perjalanan ke bukit begal, tidak jauh dari kelelawar hanya butuh waktu 15 menit. Kalian bisa menikmati view laut dan pantai dari bukit begal. Puas berfoto ria di siang yang sangat terik, kami lanjut trekking menuju pantai sepanjang.
![]() |
| Image 1.6 Bukit Begal with BPJ |
| Image 1.7 View Bukit Begal |
| Image 1.8 Bukit Begal |
Membutuhkan
waktu +- 30 menit untuk sampai ke pantai sepanjang, bagaikan oasis setelah kami
trekking akhirnya ada penjual es kelapa muda. Kami menikmati angin di pantai
sepanjang dan tiduran di karpet yang disiapkan penjual. Di pantai sepanjang
masih jelas terlihat bekas hantaman tsunami lalu. Masih banyak yang harus dibenahi
pasca tsunami.
| Image 1.9 View Pantai Sepanjang |
| Image 2.0 Sekitar Pantai Sepanjang |
| Image 2.1 Pantai Sepanjang |
Selesai menikmati pantai sepanjang kami kembali menuju pemukiman warga untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang menuju pelabuhan paku. Saat pulang kami harus trekking karna kapal tidak bisa bersandar di dermaga akibat pantai sedang surut. Setelah sampai di ujung pulau pun kami harus mengojek kapal yg lebih kecil untuk bisa menaiki kapal yang akan kami pakai ke pelabuhan paku. Penutup perjalanan yang indah, kami menikmati sunset di atas kapal saat perjalanan menuju pelabuhan paku. Sampai di pelabuhan paku kami makan sebentar lalu melanjutkan perjalanan pulang ke basecamp backpacker Jakarta.
| Image 2.2 Trekking Pantai Sepanjang |
Gue berharap Pulau Sangiang bisa cepat pulih dan
masyarakatnya tidak trauma lagi untuk kembali beraktifitas di pantai.



1 komentar
Mantapp bosku
BalasHapus